Tugas Menulis Teks Esai Argumentatif Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Negeri 2 Cimahi TA 2026

 


Menjadi Insinyur di Industri Jepang:

Inilah Caraku Menggapainya

Oleh:

Roofid Adnan Noor

(23241389)

2025-2026

Bekerja di Jepang telah lama menjadi impian generasi muda Indonesia, termasuk saya. Setelah perusahaan-perusahaan Jepang berinvestasi dan berkembang di Indonesia di awal era orde baru, stigma masyarakat Indonesia terhadap Jepang berubah dari negara penjajah menjadi negara penghasil produk-produk berkualitas. Hal ini dibuktikan dengan kuatnya nilai dagang produk-produk Jepang di pasar Indonesia. Mulai dari produk otomotif, peralatan rumah tangga, elektronik, hingga alat musik. Hal ini membuat saya tertarik terhadap bidang industri di Jepang, sehingga saya memutuskan untuk berusaha menjadi Process Engineer di Jepang kelak.

Sebagaimana yang telah saya singgung mengenai kualitas produk-produk Jepang yang terkenal bagus, presisi, dan andal, alasan saya memilih Jepang sebagai tempat berkarir ialah karena saya ingin mempelajari proses industri dan managemen industri dari perusahaan-perusahaan di Jepang. Menurut Reuters, Toyota merupakan perusahaan yang memproduksi  kendaraan bermotor terbanyak di dunia per tahunnya[1]. Jepang juga memiliki posisi yang krusial bagi perkembangan teknologi semikonduktor. Jepang merupakan produsen wafer silikon ke-6 terbesar di dunia (Shin-Etsu Chemical)[2] dan produsen photoresist terbesar di dunia (Tokyo Ohka Kogyo Co., Ltd.)[3]. Kedua produk tersebut merupakan bahan dasar dalam pembuatan semikonduktor.

Pencapaian di atas berhasil membuat saya kagum pada kehebatan Jepang dalam dunia industri. Jepang terkenal atas kualitas produknya yang terjamin, juga kemurnian produk bahan bakunya. Hal ini membuat saya berkaca pada negara kita tercinta, bahwasannya kita masih jauh tertinggal dalam sektor industri. Hal ini membuat saya bertekad untuk bekerja di Jepang untuk menambah wawasan dan pengetahuan. Hendaknya nanti ketika saya memutuskan untuk pulang ke Indonesia, saya dapat menerapkan dan mendirikan standar baru bagi industri di Indonesia sehingga merek Indonesia dapat berkembang secara global.

Ketertarikan ini mendorong saya untuk belajar bahasa Jepang. Sejak kelas 7, saya mulai belajar bahasa Jepang sedikit demi sedikit. Saya memulai sekadar untuk hobi. Namun saat ini saya telah memiliki sertifikat JLPT N4. Saya juga memiliki minat di ranah teknik, dibuktikan dengan nilai rapor mapel peminatan IPA yang cukup baik. Semangat saya dalam menimba ilmu, juga didukung oleh lingkungan sekolah yang mendukung dan prestisius. Saya adalah alumni SMP Negeri 1 Cimahi dan sekarang sedang menjalani semester terakhir di SMA Negeri 2 Cimahi. Semangat dan usaha saya dilakukan di almamater yang dapat menunjang untuk menempuh pendidikan tinggi kelak.

Bekerja di Jepang bukanlah hal yang mudah untuk dijalankan. Untuk bisa bekerja di Jepang, seseorang harus memiliki sertifikat N4 untuk bidang Specialized Skilled Worker (SSW), yang mana merupakan posisi dengan kerja fisik yang banyak. Untuk bidang Gijinkoku (Engineer/Specialist in Humanities/International Service) atau posisi insisyur, seseorang harus memiliki gelar D3/S1 di jurusan yang linear dan kontrak kerja dari perusahaan di Jepang. Seringkali perusahaan di Jepang mempersyaratkan minimal kemampuan bahasa Jepang JLPT N3/N2 ke atas.

Maka dari itu, saya bertekad untuk berkuliah di jurusan S1 Teknik Kimia ITB atau D4 Teknik Kimia Produksi Bersih (TKPB) Polban demi menunjang karir saya. Kedua program studi di atas telah terakreditasi unggul oleh BAN-PT[4]. Sembari menimba ilmu di perguruan tinggi, saya juga berencana untuk melanjutkan belajar mandiri bahasa Jepang di keseharian saya. Di tengah studi atau saat setelah lulus kuliah, saya akan berpartisipasi dalam Japan Internship Program yang diadakan oleh Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang[5]. Hal ini dilakukan demi menambah pengalaman kerja, sehingga saya mendapatkan nilai lebih di mata perusahaan Jepan saat mendaftar pekerjaan.

Meskipun dengan besarnya semangat untuk belajar dan mempersiapkan diri untuk mencapai cita-cita saya, saya memiliki satu kekurangan yaitu sulitnya mencapai konsistensi dalam melaksanakan suatu pembelajaran. Di SD, saya mendapatkan ranking tiga besar selama enam tahun berturut-turut. Namun di SMP, saya hanya mendapatkan ranking rentang tujuh besar selama 3 tahun. Dan di SMA, ranking saya selama lima semester berturut-turut adalah ke-6, ke-10, ke-5, ke-5, dan ke-6. Setelah refleksi terhadap kehidupan saya sehari-hari selama ini, akhirnya saya menemukan masalah pokoknya yaitu kurangnya disiplin dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini telah saya sadari sejak awal SMP, namun saya baru benar-benar sadar akan dampak negatifnya di semester 6 SMA ini. Saya juga sadar bahwa jika saya tidak mengubah kebiasaan buruk ini, cita-cita saya terancam tidak tercapai.

            Untuk mengatasi dan mengubah kebiasaan buruk tersebut, saya sedang berusaha untuk disiplin dalam hal kecil. Semisal, bangun lebih awal, makan di jam yang teratur setiap harinya, dan mengontrol penggunaan hand phone. Sebagai seorang muslim, saya berusaha untuk melaksanakan salat tepat pada waktunya. Hal ini berdasarkan pepatah, “Perbaiki salatmu, maka Allah akan perbaiki hidupmu.” Alhamdulillah, dengan melaksanakan hal-hal tersebut, sedikit demi sedikit kebiasaan saya berubah. Saya harap bahwasannya saya akan berkembang dan belajar menjadi insan yang lebih baik lagi, demi cita-cita saya dan kebaikan diri saya dan keluarga.


Sumber: https://www.journalpatriot.com/which-jobs-will-be-impacted-most-by-ai/article_ac6bddeb-8842-51ae-8e44-e21abf628326.html

Berdasarkan jurnal analisis dari North Carolina Department of Commerce, bidang pekerjaan produksi cenderung aman dari ancaman AI. Hal ini menunjukkan bahwa cita-cita saya memiliki potensi luas meskipun dalam ancaman perkembangan kecerdasan buatan.

Jepang sedang mengalami gejolak politik yang berhubungan dengan ketenagakerjaan[6]. Jepang sebenarnya membutuhkan pekerja asing sehingga Jepang membuka banyak gerbang bagi pekerja asing untuk bekerja di negaranya. Namun beberapa pekerja asing, alih-alih menghormati budaya dan norma di Jepang, mereka melanggarnya sehingga memiliki stigma buruk di masyarakat Jepang. Hal ini semakin dibuat panas oleh partai-partai nasionalis di Jepang, mengakibatkan gejolak politik panas mengenai anti pekerja asing di Jepang.

Tidak dapat dipungkiri bahwa cita-cita saya terbilang cukup sulit jika dibandingkan dengan bekerja pada posisi yang sama di Indonesia. Perlu usaha lebih untuk belajar bahasa dan beradaptasi pada lingkungan yang berbeda.

Bekerja di Jepang memiliki banyak potensi bagi pengembangan diri saya. Namun semua keuntungan tersebut harus saya bayar terlebih dulu dengan niat yang kuat, usaha yang konsisten, dan doa yang tulus, serta rida dari Allah Swt. dan keluarga. Seperti halnya pepatah Arab, Man Jadda, Wa Jada” yang berarti barangsiapa yang bersunguh-sungguh akan mendapatkan hasilnya.

Terakhir, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada orang tua, keluarga, guru-guru di SMAN 2 Cimahi, dan teman-teman sekalian atas bimbingan, koreksi, motivasi, dan koneksi yang telah diberikan. Saya ucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya kepada guru Bahasa Indonesia saya selama dua tahun berturut-turut, Ibu Yuyun Sri Idaningsih, M.Pd. atas dedikasi dan ilmu yang telah Ibu berikan kepada kami. Saya ucapkan mohon maaf dengan sangat atas kesalahan-kesalahan Roofid, dan atas kekecewaan yang mungkin Roofid sebabkan. Semoga kita semua selalu diberikan kesehatan, keberkahan, dan usia yang panjang agar kita semua dapat menjalin silaturahmi dalam rida Allah Swt. Aamiin Yaa Rabbal ‘Aalamiin.


[1] https://www.reuters.com/business/aerospace-defense/toyota-aims-produce-about-103-mln-vehicles-globally-2024-nikkei-2024-01-15/

[2] https://www.aemdeposition.com/blog/silicon-wafer-manufacturers.html#:~:text=Company%20Profile:%20Shin%2DEtsu%20Chemical,:%20Santa%20Clara%2C%20California%2C%20USA

[3] https://www.fortunebusinessinsights.com/photoresist-chemicals-market-115414

[4] https://www.banpt.or.id/direktori/prodi/pencarian_prodi.php

[5] https://internshipprogram.go.jp/english/intern/

[6] https://www.asahi.com/ajw/articles/16066547


Comments

Popular posts from this blog